Banyak orang yang menanyakan kepada saya apakah ada karakter khusus dari kelompok orang yang berada di pucuk pucuk perusahaan ini. Saya bisa dengan sangat lancar menjelaskan secara verbal. Tetapi untuk menuliskannya saya harus berhenti dan merenung berkali kali. Pikiran saya berusaha memvalidasi beberapa opini saya. Apakah kemampuan untuk fokus lebih penting dari percaya diri? Apakah kerja cerdas lebih utama dari kerja cerdas ? Dan lain sebagainya.
Oleh karena itu saya hanya berani menuliskan beberapa karakter inti tetapi tidak dalam format urutan yang baku. Tidak ada riset khusus yang saya lakukan. Tapi setelah mewawancara ribuan eksekutif (dan membantu mereka merekrut eksekutif puncak lainnya), saya yakin spontanitas tulisan ini lebih mudah dicerna. Mudah mudahan juga lebih menginspirasi.
Eksekutif puncak sering mengalami distraction yang datang dari berbagai sumber. Dari perubahan peraturan pemerintah, kompetitor, karyawan yang bermasalah, harga bahan baku yang meningkat dan lain sebagainya. Pada saat mereka harus menyelesaikan lusinan task setiap harinya distraction ini bisa dengan mudah membuat banyak orang kehilangan fokus.
Eksekutif puncak yang saya temui tidak pernah kehilangan fokus. Mereka akan membuat daftar target inti yang harus mereka capai dalam periode tertentu dan mengerahkan segala daya, upaya dan sumber daya untuk mencapai target target tersebut
Fokus tidak akan berarti tanpa pengelolaan waktu yang baik. Dan juga sebaliknya. Eksekutif puncak pandai mengelola prioritas mereka sehingga mereka bisa memaksimalkan 24 jam dalam sehari
“Lebih baik bekerja cerdas dari pada bekerja keras”. Saya rasa kedua hal harus berjalan paralel dan tidak bisa menjadi substitusi bagi yang lain. Apabila anda mengelola organisasi dengan target yang besar input anda pun harus besar.
Mereka merekrut orang orang yang terbaik. Memaksimalkan potensi orang orang disekeliling mereka. Berkomitmen untuk pelatihan mereka dan menyediakan jalan supaya mereka bisa juga berkembang. Ini bukan berarti mereka tidak paham kompetisi. Tapi gairah mereka untuk pencapaian membuat mereka hanya melihat peluang positif dari orang orang disekitar mereka.
Banyak eksekutif puncak yang terjungkal karena tindakan melawan hukum atau melanggar norma norma umum yang berlaku. Korupsi, skandal, dan lain sebagainya. Eksekutif puncak yang bertahan lama akan membentengi diri mereka dari godaan godaan ini. Mereka paham bahwa integritas adalah satu dari banyak hal yang harus mereka jaga untuk kelanggengan karir mereka.
Networking, Kursus, pelatihan, menyewa personal coach adalah beberapa hal yang dilakukan oleh eksekutif puncak secara teratur. Mereka mengalokasikan budget secara khusus untuk aktivitas aktivitas tersebut.
Hampir semua eksekutif puncak yang saya kenal mengalokasikan waktu dan dana untuk berolah raga. Disaat tantangan dan tekanan begitu besar mereka membutuhkan tubuh dan mental yang bugar.
Banyak dari mereka berkarakter introvert, yang hanya akan bergairah berbicara untuk subjek yang mereka menguasainya. Komunikator yang baik disini tidak diukur dengan seberapa banyak mereka berbicara. Tapi seberapa efektif mereka menyampaikan pesan inti dan menyesuaikan dengan audiens yang mereka hadapi. Berbicara di depan buruh membutuhkan gaya komunikasi yang berbeda tentunya dibandingkan dengan berbicara di hadapan manajer senior misalnya.
Umumnya dalam beberapa tahun pertama karir mereka ditempa sebagai spesialis. Semakin ke atas mereka harus memahami aspek lain dari bisnis untuk bisa berkontribusi di atas level departemen alias level perusahaan.
Bagaimana menurut anda? Apakah ada karakter karakter lain eksekutif puncak yang saya luput tuliskan? Silakan email ke henriko@mandate-ess.com