Apa yang dilihat oleh Recruiter

Saya pernah ditanya oleh salah satu kandidat yang kebetulan teman saya waktu itu.

“Apa sih yang dilihat recruiter saat bertemu kandidat?”

Jawaban jujurnya menurut saya: banyak dan berbeda-beda tiap recruiter.

Kenapa?

Karena masing-masing recruiter tentunya punya hal spesifik yang mereka ingin lihat dari seorang kandidat, yang mana hal ini akan tergantung dari assignment atau posisi yang sedang dicari.

Tapi tentunya ada hal umum yang akan perlu dimiliki oleh kandidat agar para recruiter tertarik pada saat interview, yang menurut saya adalah beberapa hal berikut.

  1. Professional Look

Ini salah satu yang paling mudah untuk dipersiapkan. First impression is everything. Recruiter akan menghargai dan lebih tertarik kepada kandidat yang berpenampilan baik dan rapi. Ini adalah hal mendasar yang patut diingat oleh kandidat. Kandidat yang datang pada saat interview dengan kondisi “acak-acakan” atau “berantakan” tentunya akan membuat kesan yang negatif kepada recruiter.

Walaupun interviewnya di luar jam kantor, atau kantor anda menganut casual work attire, namun bukan berarti anda bisa datang interview dengan jeans kedodoran atau polo shirt yang lusuh.

  1. Confident

Hal ini biasanya akan terlihat pada saat sudah mengobrol lebih jauh. Hal-hal yang cukup simple, seperti eye contact, posisi tubuh, dan kecepatan berbicara. Beberapa hal ini merupakan parameter yang biasa saya gunakan untuk melihat seberapa confident orang tersebut untuk berinteraksi dengan orang lain.

Gelisah, jarang melakukan eye contact saat berbicara, berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat atau bahkan suara terlalu pelan. Hal-hal ini yang menurut saya sering saya temui di beberapa kandidat.

  1. Communicative

Kemampuan komunikasi yang lancar dan bertimbal balik (reciprocity) tentunya akan membuat suasana interview lebih hidup dan meninggalkan kesan yang baik kepada recruiter. Saya sendiri sebagai headhunter lebih suka setting interview yang less formal, sehingga interview tidak terlalu baku atau lebih cair dan bisa lebih “menggali” kandidat namun tetap professional.

Dalam berdiskusi atau berkomunikasi perlu adanya timbal balik, ada saatnya berbicara dan ada saatnya untuk mendengarkan. Mendengarkan dengan aktif dan berbicara secara efektif adalah hal yang penting untuk diingat. Saya pernah beberapa kali menemukan kandidat yang sangat aktif dalam berbicara sehingga saya terpaksa memotong dan mengarahkan kembali ke topik yang sedang dibahas lantaran kandidat tersebut sudah jauh melenceng dari topik yang ditanyakan. Bukan kesan “berpengetahuan luas” yang saya dapat, justru kandidat tersebut terkesan kurang professional dan kurang mendengarkan. Hal ini tentunya akan kurang baik, terlebih jika kandidat tersebut sedang dipertimbangkan untuk posisi senior / leadership team dalam suatu perusahaan.

Tiga hal ini menurut saya yang bisa membuat kandidat menjadi lebih menarik dimata recruiter. Namun ini tidak membatasi kemungkinan kualitas lainnya yang pastinya membuat seseorang lebih menarik ya, seperti misalnya kandidat yang passionate dengan pekerjaannya. Wah kalau bertemu kandidat yang seperti itu, saya sih makin semangat interviewnya. Gimana kalau pendapat teman-teman sekalian? Feel free to share your thoughts ya.

 

Mario Rico

Share:

    WE HELP COMPANIES GROW WITH QUALITY EXECUTIVES

    Copyright © 2025 Mandate Executive Search. All Right Reserved