Jujur, meningkatkan mental health awareness di lingkungan kerja bukanlah hal mudah. Perlu ada kerjasama yang maksimal antara pihak karyawan dan perusahaan, agar bisa menciptakan lingkungan kerja yang “sehat” mental. Jadi, pastikan kamu baca artikel ini sampai tuntas, karena hanya di artikel kali ini cara meningkatkan mental health awareness di lingkungan kerja dibahas.
Mental Health Awareness di Lingkungan Kerja
Untuk kamu yang belum mengetahui mental health awareness itu apa, singkatnya itu adalah kata lain dari “kesadaran kesehatan mental”. Jadi, mental health awareness di lingkungan kerja adalah kesadaran kesehatan mental di tempat kerja. Walaupun namanya belum sepopuler kesehatan kerja yang lain, kesehatan mental di tempat kerja juga tidak kalah penting lho.
Ibaratnya nih ya, kesehatan mental itu “pusatnya” kesehatan manusia. Jadi jika kesehatan mental seorang karyawan terganggu, kesehatan fisiknya juga akan menurun. Dan kalau sudah kesehatan fisiknya menurun, sudah pasti produktvitas-nya terhadap pekerjaannya juga kena imbasnya. Kalau sudah begitu, aktivitas perusahaan bisa terganggu. Fatal enggak tuh?
Tapi tenang, karena dibawah sudah ada pembahasan terkait cara meningkatkan mental health awareness di lingkungan kerja itu bagaimana. Silahkan terus geser ke arah bawah, jika kamu ingin mendapatkan informasinya.
Berikut ini beberapa cara yang wajib dipahami, untuk meningkatkan mental health awareness di Lingkungan Kerja itu seperti apa.
Ingat, se-positif apapun situasi lingkungan kerja, jika kamu belum mampu memegang kendali dan merasa semuanya buruk. Maka kamu akan merasa “kesehatan lingkungan kerja kamu juga buruk” walaupun itu tidak selamanya benar lho. Jadi intinya, memegang kendali diri sendiri itu lebih penting dibandingkan lingkungan kerja bersangkutan, untuk jadi langkah pertama-nya yah.
Sebagai tips tipis-tips, pada saat kamu merasa tidak nyaman dengan pekerjaan, ada baiknya jangan dipaksakan, berikan jeda. Jika memang harus bekerja setiap hari, sebelum atau sesudah bekerja kamu bisa melakukan hal yang kamu sukai. Buatlah dunia dimana kamu bahagia di luar lingkungan kerja, mencari pekerjaan sesuai dengan apa yang inginkan, bisa jadi tips tambahan.
Komunikasi sehat disini bukan hanya sekedar antara atasan dan pegawai harus mengobrol setiap hari, bukan bukan begitu yang dimaksud. Tetapi “komunikasi sehat” disini lebih mengarah antara pihak perusahaan dan pihak karyawan itu komunikasinya bagus, lancar, mudah, terbuka, saling menghargai, saling memahami, melakukan musyawarah saat akan ambil keputusan, dst.
Jika masih bingung cara untuk mengubah komunikasi dua arah tersebut jadi lebih sehat itu bagaimana, bisa mulai dengan saling terbuka. Pihak perusahaan membuka akses yang terbuka untuk “ruang aduan” bagi para karyawan, penggunaan tata bahasa dan tatakrama juga perlu diperhatikan. Dan jangan lupa, pastikan tanggung jawab setiap pekerja itu tidak berlebihan.
Maksudnya?
Begini, jika ingin meningkatkan mental health awareness di lingkungan kerja untuk ruang lingkup perusahaan. Maka perusahaan bersangkutan, harus memiliki juga fasilitas untuk meningkatkan kesehatan mental tersebut. Baik itu untuk keperluan edukasi, mengantisipasi, hingga fasilitas penanganan (jika ada yang memiliki kesehatan mental buruk di perusahaan).
Contohnya? Banyak. Mulai dari mengadakan pelatihan kesehatan mental secara rutin bagi karyawan, memberikan jatah layanan ke psikolog/psiakter gratis. Hingga memiliki ruang istirahat yang nyaman bagi seluruh karyawan, sangat bisa untuk dimaksimalkan.
Selain menyediakan fasilitas, meningkatkan mental health awareness di lingkungan kerja juga bisa diperkuat dengan regulasi alias peraturan. Misal, ada sanksi yang berlaku untuk setiap karyawan yang melakukan hal yang tidak menyenangkan untuk karyawan lain. Ada sanksi untuk setiap atasan, jika memberikan tanggung jawab kerja di luar lingkup pekerjaan bersangkutan, dll.
Intinya, buatlah peraturan-peraturan peringatan kepada seluruh lapisan karyawan seolah-olah memberikan rambu-rambu. Jangan melakukan sikap X kepada Y, karena hal tersebut bisa berpotensi menganggu kesehatan mentalnya. Tidak hanya diucapkan, bila perlu masukkkan poin-poin “rambu-rambu” tersebut pada kontrak kerja diatas materai agar bisa lebih kuat.
Tujuannya apa?
Iya, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tentunya.
Semoga, setelah mengetahui 4 cara meningkatkan mental health awareness di lingkungan kerja diatas. Kesehatan mental lingkungan kerja kamu bisa semakin kuat, semangat.