Setiap perusahaan tentu saja ingin para karyawannya memiliki produktivitas yang tinggi dan bekerja secara efisien. Pelatihan atau Training memang sudah lazim dan sudah sering dilakukan oleh setiap perusahaan. Pelatihan tersebut salah satunya berguna untuk meningkatkan produktivitas karyawan untuk bisa berjiwa pekerja keras dan tidak kenal menyerah. Beberapa perusahaan telah menerapkan materi untuk melakukan peningkatan produktivitas karyawannya. Namun materi yang dikeluarkan oleh perusahaan sangatlah minim. Dengan materi yang sangat minim itulah membuat para Lembaga Pelatihan modern saat ini berinovasi untuk membuat Latihan atau training yang lebih baik dalam meningkatkan produktivitas karyawan.
Tentu saja meningkatkan produktivitas karyawan tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pelatihan atau training memang perlu, tapi tak cukup hanya dengan itu. Tantangan lebih besar justru saat karyawan kembali ke “habitat asal” mereka di belakang meja kerja. Akankah apa yang mereka pelajari di tempat training benar-benar akan dipraktekkan, atau sekedar menjadi semangat sesaat di dalam pelatihan. Bobby de Porter, penulis buku best seller Quantum Learning, menambahkan dua faktor kunci lagi yang tidak boleh dilupakan: keteladanan dan kampanye yang berkelanjutan.
Training ibarat menjadi “gong”-nya. Selepas itu, para pemimpin perusahaan harus bisa menjadi teladan sekaligus mampu menciptakan sistem yang mendukung proses peningkatan produktivitas dan efisiensi karyawan, hal itu harus terus berjalan di setiap denyut nadi perusahaan. Peningkatan prduktivitas dan efisiensi karyawan memang proses panjang yang lika-likunya harus dilalui dengan penuh kesabaran. Produktivitas adalah tentang keterampilan yang pembelajarannya tidak dibatasi oleh dinding-dinding ruangan kerja, melainkan oleh langit, udara, laut, dan bumi. Dengan menjadikan karyawan terampil tentu saja akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja yang sangat baik dan juga karyawan dapat mempertanggung jawabkan setiap pekerjaanya.