Salah satu bentuk investasi yang kadang terlupakan, adalah investasi terhadap diri kita sendiri. Berapa banyak waktu yang kalian gunakan untuk berinvestasi pada diri kalian sendiri? Sangat mudah bagi kita untuk melupakan hal ini dan fokus pada pekerjaan atau kegiatan sehari-hari kita. Di artikel kali ini saya ingin membahas pentingnya kita berinvestasi pada diri dan karir kita.
Cobalah untuk sisihkan 2 jam setiap harinya untuk berinvestasi pada diri kita sendiri. Kalian bisa membaginya menjadi satu jam untuk diri personal kalian, dan satu jam lainnya untuk karir atau pekerjaan kalian. Berikut beberapa contoh hal yang bisa kalian lakukan untuk berinvestasi pada diri personal kalian.
Kalian bisa gunakan waktu untuk membaca buku-buku baru seperti biografi, self-development, atau buku-buku yang memang menarik untuk kalian dan bisa memberikan ilmu atau perspektif yang baru.
Berolah raga juga merupakan bentuk investasi bagi diri kita, tidak hanya untuk kesehatan kita, namun juga baik untuk membuat kita tetap fokus dan produktif dengan menjaga pikiran kita tetap jernih.
Dengan memiliki pelatih, kita akan menjadi lebih berkomitmen dan lebih teratur. Pelatih di sini bisa saja untuk olah raga (personal trainer), atau coach untuk personal development seperti misalnya mengikuti program coaching mengenai leadership, atau area yang ingin kalian tingkatkan lagi. Kalian bisa mencoba untuk menyisihkan waktu paling tidak satu hingga dua jam per sesi coaching tiap minggunya.
Menjadi sukarelawan juga merupakan salah satu bentuk investasi terhadap diri kita sendiri. Kita akan bisa lebih mengenal diri kita sendiri saat kita mencoba untuk melayani orang lain. Kalian juga bisa bertemu dengan orang dari latar belakang yang berbeda-beda dan membangun network yang baru sembari kalian juga membantu sesama.
Bagaimana dengan waktu yang kalian sisihkan untuk berinvestasi terhadap karir kalian nantinya? Mungkin kalian bisa mencoba beberapa hal berikut.
Pendidikan di masa sekarang ini bisa kita dapatkan tidak hanya dari sekolah atau universitas saja. Dengan bantuan teknologi, kita bisa mempunyai akses ke “perpustakaan digital”. Banyak universitas membuka kelas online, bahkan beberapa publikasi atau perpustakaannya juga tersedia gratis dan bisa diakses online. Selain itu juga banyak kursus atau seminar online yang bisa kalian akses dengan mudah dan kebanyakan gratis.
Di beberapa perusahaan kadang ada program mentoring untuk karyawan yang baru masuk, atau buddy program. Hal ini menurut saya adalah contoh yang baik, karena dengan memiliki mentor karyawan tersebut bisa lebih mudah untuk mendapat informasi dan mendapat bimbingan di lingkungan yang baru. Mengacu pada hal tersebut, kalian juga bisa mencari mentor atau coach untuk kehidupan professional kalian. Dengan memiliki coach atau mentor, kalian bisa menjadi lebih terpacu dan memiliki arahan. Mereka juga bisa mendorong kalian atau membuat kalian bertanggung jawab atas karir kalian.
Kalian bisa mencoba untuk ikut dalam proyek khusus di luar pekerjaan kalian. Seperti misalnya menjadi bagian dari manajemen komunitas professional atau membangun komunitas professional itu sendiri. Hal ini mungkin bukan bagian dari pekerjaan sehari-hari kalian, tapi dengan menjadi bagian dari proyek tersebut kalian bisa belajar hal-hal baru.